Pendidikan adalah hak setiap anak. Tapi bagi sebagian anak yatim dan dhuafa, bertahan di bangku sekolah saja sudah menjadi perjuangan yang sangat berat.
Salah satunya adalah Baim, anak yatim berusia 14 tahun. Sejak bayi, Baim telah kehilangan ayahnya karena kecelakaan. Kini ia hidup bersama ibunya yang berjuang seorang diri memenuhi kebutuhan keluarga dengan membuka warung jajanan kecil di depan rumah. Dari warung sederhana itu, sang ibu hanya mampu memperoleh penghasilan sekitar Rp30.000 per hari cukup untuk makan, belum tentu cukup untuk sekolah.
Ujian Baim tak berhenti di situ. Selama tiga tahun terakhir, ia berjuang melawan penyakit jantung rematik yang menyebabkan kelumpuhan pada kakinya. Untuk beraktivitas, Baim harus menggunakan kursi roda dan rutin menjalani kontrol serta suntikan setiap bulan. Meski demikian, semangatnya untuk tetap sekolah tidak pernah padam. Teman-temannya disana juga sangat supportif, tak jarang mereka mengantarkan Baim pulang.
Saat ini, Baim duduk di kelas 3 SMP, namun ia terancam tidak bisa mengikuti ujian akhir karena tunggakan biaya sekolah yang masih tersisa. Bagi keluarganya, jumlah tersebut terasa sangat berat. Sang ibu harus memilih: memenuhi kebutuhan makan hari ini, atau membayar biaya sekolah anaknya.
Padahal, Baim hanya ingin tetap sekolah, menyelesaikan pendidikannya, dan suatu hari nanti bisa membahagiakan ibunya.
Kondisi yang dialami Baim juga dialami oleh banyak anak yatim dan dhuafa lainnya. Mereka bukan tidak mau sekolah, bukan pula malas berjuang. Mereka hanya terhalang oleh keadaan.
Melalui Program Bantuan Biaya Pendidikan Anak Yatim dan Dhuafa, UCare Indonesia mengajak Sahabat untuk patungan kebaikan. Dengan Rp50.000, Sahabat sudah ikut membantu melunasi tunggakan biaya sekolah Baim dan anak-anak lain dengan kondisi serupa agar mereka tidak harus berhenti belajar di tengah jalan.
Bayangkan, dari patungan kecil yang terkumpul, Baim bisa kembali tenang belajar, mengikuti ujian, dan mempertahankan harapannya akan masa depan yang lebih baik.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari berbagai kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitannya pada hari kiamat.” (HR. Muslim)
Sahabat, hari ini kita bisa menjadi jawaban atas doa seorang ibu dan harapan seorang anak. Mari patungan Rp50.000 untuk menjaga pendidikan Baim dan banyak anak yatim serta dhuafa lainnya karena satu langkah kecil kita, bisa menjadi perubahan besar dalam hidup mereka.